Kamis, 29 Maret 2012

Cinta

Apasih cinta itu sebenarnya? Kayak bagaimana menurut kalian cinta itu? Apa yang kita rasakan sekarang ini terhadap pasangan kita adalah cinta dan cinta yang bagaimana yang kita rasakan sekarang? Untuk lebih memahaminya mari kita baca yuk cinta yang kita rasakan itu seperti apa… ^_^


Banyak orang yang menyukai cerita cinta, termasuk cerita mereka sendiri. Menurut sebuah subteori dupleks teori cinta (duplex theory of love) dari Robert J. Sternberg, cara cinta berkembang seperti sebuah cerita. Penulis ceritanya adalah para kekasih yang mencerminkan kepribadian mereka dan konsepsi mereka tentang cinta.

Cinta dari beberapa orang merupakan sebuah candu kelekatan yang kuat, mencemaskan, dan penuh ketergantungan. Namun bagi yang lain, cinta merupakan khayalan dimana seseorang (biasanya perempuan) mengharapkan diselamatkan oleh “ksatria dengan baju zirah yang berkilau)”. Disisi lain ada pula orang-orang yang menganggap cinta sebagai permainan atau pertarungan dengan pihak menang dan kalah. Cinta pun dapat berubah menjadi sebuah cerita seram, dengan penyiksaan dan korban, sebuah misteri ataupun kisah detektif. Dapat juga berupa kisah perjalanan, atau seperti sebuah taman yang butuh dijaga dan dirawat. Orang –orang memiliki kisah serupa cenderung tertarik satu sama lain dan lebih puas terhadap hubungan mereka, walaupun beberapa kisah itu sendiri daot menuntun ketidakpuasan (Stenberg, Hojjat, dan Barnes, 2001).

Memikirkan tentang cinta sebagai suatu kisah yang dapat membantu kita melihat bagaimana orang memilih dan mencampurkan unsure “alur”-nya. Menurut subteori Stenberg, subteori segitiga cinta (triangular subtheory of love) ketiga unsure atau komponen cinta adalah keintiman, gairah, dan komitmen. Keintiman merupakan unsur emosional, melibatkan pengungkapan diri yang mengarahkan keterkaitan, kehangatan, dan rasa percaya. Gairah merupakan unsur motivasional, disadari oleh dorongan yang mentranlasi rangsangan fisiologis menjadi hasrat seksual. Komitmen merupakan unsur kognitif, merupakan keputusan untuk mencintai dan bertahan dengan sang kekasih. Derajat ketiga unsur menentukan jenis cinta yang dirasakan seseorang. Segitiga bervariasi dalam ukuran (seberapa pasangan saling mencintai) dan keseimbangan (berapa besar proporsi masing-masing komponen). Menurut Sternberg , pasangan cenderung merasa paling bahagia ketika segitiga mereka cukup mendekati cocok (Sternberg , dalam proses cetak). Berikut pola-pola dalam mencintai:
1. Non Cinta : Tidak adanya keintiman, gairah, dan komitmen.
2. Menyukai : Keintiman merupakan satu-satunya komponen yang ada. Tidak adanya kedekatan, pemahaman, dukungan, emosional, afeksi, ikatan, dan kehangatan.
3. Gairah : Gairah merupakan satu-satunya komponen yang ada. Ini merupakan “cinta pada pandangan pertama”, keterkaitan fisik dan rangsangan seksual yang kuat, tanpa keintiman atau komitmen.
4. Cinta kosong : Komitmen merupakan satu-satunya komponen yang ada. Cinta kosong sering ditemukan pada hubungan jangka panjang yang telah kehilangan keintiman dan kegairahan, atau dalam pernikahan yang dijohkan.
5. Cinta romantis : Terdapat keintiman dan kegairahan. Kekasih romantis saling tertarik secara fisik dan terikat secara emosional. Namun mereka tidak saling berkomitmen.
6. Cinta persahabatan : Terdapat keintiman dan komitmen. Cinta ini merupakan persahabatan jangka panjang berkomitmen, sering kali terjadi dalam perkawinan dimana ketertarikan fisik sudah memudar tapi para pasangan merasa saling dekat dan memutuskan untuk bersama selamanya.
7. Cinta bodoh : Terdapat gairah dan komitmen. Merupakan cinta yang mengarah ke hubungan yang bergejolak dimana pasangan berkomitmen dengan dasar gairah tanpa memperbolehkan mereka mengembangkan keintiman. Cinta ini biasanya bertahan, walaupun terhadap intensi untuk berkomitmen.
8. Cinta yang sempurna : Terdapat ketiga komponen pada cinta “utuh” ini, yang mana banyak diperjuangkan oleh banyak orang terutama dalam hubungan romantis. Cinta ini lebih mudah dicapai daripada dipertahankan. Masing-masing pasangan dapat mengubah apa mereka inginkan dari hubungan mereka. Bila salah satu pihak berubah, yang lain berubah juga, maka hubungan akan bertahan dalam bentuk yang berbeda. Bila pihak lain tidak berubah, hubungan mungkin akan terputus.




Daftar Pustaka:
Papalia, Diane E., Olds Sally Wedkos,& Feldman Ruth Duskin. (2008). Human Development. Jakarta:Salemba Humanika.

1 komentar:

  1. tulisan dn info yg bgus tuk anak2 s'usia qt. yg sdg mncri ssuatu yg disebut "CINTA".
    SEMANGAT novi... :)

    BalasHapus